Sabtu, 05 Maret 2011

Ratusan Siswa Naik Sampan ke Sekolah

Fri, Mar 4th 2011, 09:00

Jembatan Gantung Rusak belum Dibangun

Ratusan Siswa Naik Sampan ke Sekolah

IDI - Kendati telah rusak sejak tahun 2003 silam, namun jembatan gantung yang menghubungkan Kecamatan Peureulak Kota dan Ranto Peureulak, tidak pernah dibangun kembali. Kini ratusan siswa asal tiga desa, Blang Simpo, Lubok Pempeng, dan Cekmbon, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur, terpaksa naik sampan untuk pergi ke sekolah mereka yang terletak seberang sungai dalam Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Menurut keterangan yang diperoleh Serambi, Kamis (3/3), kondisi memiriskan itu telah berlangsung sejak jembatan gantung yang berada di antara Desa Blang Simpo (Peureulak Kota) dan Bhom Lama (Ranto Peureulak) dirusak OTK (orang tak dikenal) saat konflik bersenjata.

“Sampai sejauh ini belum ada tanda-tanda, bahwa jembatan gantung yang paling dibutuhkan masyarakat di sini akan dibangun kembali oleh pemerintah,” kata Keuchik Blang Simpo, Saiful Manan.

Menurut dia, ratusan siswa yang bersekolah di seberang sungai terpaksa naik sampan setiap pagi. Jika mereka sekolah ke pusat kota Peureulak, terang Saiful, jarak tempuhnya sangat jauh. “Sangat menyedihkan sekali,  kalau Bapak lihat setiap pagi di sini, mereka mempertaruhkan nyawa untuk menuntut ilmu. Siswa yang  menggunakan jasa sampan mulai tingkat SMP sampai SMA,” tambah Manan.

Keuchik Saiful mengatakan, permohonan pembangunan kembali jembatan gantung tersebut sudah pernah disampaikan pihaknya kepada Bupati Aceh Timur serta Gubernur Aceh. Akan tetapi sampai sekarang belum juga ada realisasinya.

Namun, kata Saiful, saat pihaknya meminta bantuan untuk membeli sampan yang baru, Bupati pernah mengatakan, “Tidak usah beli dulu yang baru, beli aja yang tua. Tahun 2010 sudah dibangun,” ujar Saiful menirukan pernyataan Bupati Muslim Hasballah, ketika itu.

Ia menambahkan, saat pertama dirinya menjadi keuchik, sekitar dua tahun lalu, ada orang yang mengaku dari provinsi dan meminta peta desa. Waktu itu, mereka mengatakan, bahwa Ibu Gubernur Aceh ada program pembangunan desa.

Mendengar hal demikian, dirinya mengatakan yang paling dibutuhkan di Desa Blang Simpo adalah pembangunan jembatan gantung untuk memudahkan warga dalam segala urusan. “Karena itu, kami memohon sekali lagi agar pemerintah dapat memenuhi keinginan warga ini. Kami ada sekitar 166 KK. Jembatan gantung tidak hanya untuk warga kami, tapi akan dirasakan oleh warga desa lain yang bertetangga,” demikian Saiful Manan.(is)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar